Selasa, 24 September 2013

Bertahan Adalah Pengorbanan Besar Untuk Keselamatan

Shalom teman-teman semua.
Bagaimana kabar teman-teman hari ini?
Saya sungguh bersyukur karena Kasih Tuhan selalu menyertai kita semua.

Hari ini saya rindu membagikan sesuatu hal yang menurut saya cukup menguatkan sampai hari ini setelah sekian lama saya memposting ke blogger saya.

Bertahan. Satu kata yang menggambarkan bagaimana refleks seseorang ketika mendapat tekanan yang kuat, atau menghadapi sebuah pertempuran ketika diserang musuh, dan sebagainya. Membahas tentang bertahan juga ada relasi dengan mengasihi.
Bagaimana kita semua dengan sangat sabar mampu bertahan melewati kerasnya lingkungan sekitar kita yang "tidak baik". Sebagaimana tertulis dalam Alkitab bahwa kita harus mengasihi Tuhan dan sesama kita, janganlah kita membalas perbuatan jahat dengan kejahatan, janganlah kita membalas dendam terhadap musuh kita, tetapi yang telah diperintahkan kepada kita adalah kasihilah, ampunilah, berdoalah terhadap mereka yang jahat.

Sangat kita sadari bahwa dengan menyalurkan kasih Tuhan kepada mereka yang menyimpang dari jalan kebenaran tidaklah mudah. Kita sangat dituntut untuk terus bertahan dan bertahan. Mother Theresa mengatakan manusia saat ini haus akan kasih, tetapi mereka tidak tahu kasih seperti apa yang begitu besar, mereka tidak tahu kasih yang tak bersyarat itu seperti apa. Kita yang sudah mengalami perjumpaan dengan Tuhan, mengalami masa pertobatan yang sungguh mengubahkan cara hidup kita harus menyalurkan kasih itu, supaya mereka juga bisa merasakan sukacita yang telah kita alami.

Kita sekarang hidup pada jaman modern dimana teknologi mulai perlahan-lahan menjauhkan kita dari kedekatan dengan Tuhan. Bertahan untuk tetap memberitakan Yesus dan menyalurkan kasih karunia Tuhan saat ini cukuplah berat. Mengasihi Yesus lebih daripada sebuah alasan. Apakah kita tidak menyadari bahwa Yesus mati diatas kayu Salib telah membersihkan seluruh hidup kita dari dosa? Bukankah ketika Ia berseru kepada Allah Bapa, Ia sudah penuh dengan dosa-dosa kita?

Sadarlah dan sadarkanlah teman-teman yang lain. Kasih yang Tuhan beri tidak mengubahkan secara fisik, tetapi mengubahkan hati dan pikiran kita yang berfokus kepada Tuhan saja. Matius 5 : 13-16 , jadilah garam dan terang dunia. Saya implementasikan dengan kehidupan sehari-hari bahwa dalam perbuatan, sikap dan perilaku, pergaulan, dan sebagainya , kita semua haruslah menjadi garam dan terang bagi lingkungan sekitar kita, sebab kitalah yang telah memperoleh kekuatan yang berasal dari Tuhan Allah kita untuk tetap bertahan. Roma 1 : 16-17 , sebab Injil adalah kekuatan Allah~ menjelaskan bahwa dengan berpegang pada Firman Tuhan kita telah diberi kekuatan untuk bertahan dalam ujian-ujian di dunia ini.

Kita semua dituntut untuk membawa 'domba-domba' yang hilang atau tersesat untuk kembali kepada Bapa dan selama masa itulah kita akan terus bertahan dan berpegang teguh pada Firman Tuhan.

Markus 13 : 13

"Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat."

Lukas 21 : 19

"Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu."

Wahyu 12 : 8

"tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga."



Untuk renungan, teman-teman bisa baca 2 Yohanes 1 : 4-11 [Tetaplah dalam ajaran Kristus]



Kutipan ayat hari ini :

1 Timotius 4 : 16
"Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau."

Tuhan Yesus Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar