Jakarta Tabernacle Choir - Segala Kemuliaan (LIVE Recording)
Do=Bb
[Intro]
D# . Dm . F .
[Verse]
Cm Dm D# Gm - F
Aku datang ya Tuhan tuk penuhi panggilan
Cm Dm D# Gm - F
Menjadi saksi iman melalui pujian
[Pre-chorus]
Dm D# Dm
Ku kan menyanyi, ku kan menari
Gm Dm
Hanya untukMu Allah yang kukasih
D# F
Kau kulayani sepenuh hati
[Chorus]
F Bb Gm
Segala kemuliaan bagiMu Tuhan
Cm D#m
Engkau ku sembah dalam roh dan keb'naran
F Bb
Sampai putih rambutku
Gm Cm Dm D# F
Habis nafasku, Ku kan setia mengikutMu s'lalu o Yesus Tuhan ku..
[Intro]
. F .
[Verse]
Cm Dm D# Gm - F
Aku datang ya Tuhan tuk penuhi panggilan
Cm Dm D# Gm - F
Menjadi saksi iman melalui pujian
[Pre-chorus]
Dm D# Dm
Ku kan menyanyi, ku kan menari
Gm Dm
Hanya untukMu Allah yang kukasih
D# F
Kau kulayani sepenuh hati
[Chorus]
F Bb Gm
Segala kemuliaan bagiMu Tuhan
Cm D#m
Engkau ku sembah dalam roh dan keb'naran
F Bb
Sampai putih rambutku
Gm Cm Dm D# F
Habis nafasku, Ku kan setia mengikutMu s'lalu o Yesus Tuhan ku..
[Interlude]
D# . Dm . Gm . Cm . F . Bb
D# . Dm . Gm . Cm . F . Bb
[Bridge]
D# Dm-
Tuhan ini mazmurku
Gm Cm
Pujian bagiMu
F Bb /Bb /C /D
Persembahan hatiku
D# Dm-
Tuhan ini syukurku
Gm Cm Cm-Dm
Kunaikkan hanya bagiMu
D#m F
Yesus yang layak ditinggikan
[Chorus]
F Bb Gm
Segala kemuliaan bagiMu Tuhan
Cm D#m
Engkau ku sembah dalam roh dan keb'naran
F Bb
Sampai putih rambutku
Gm Cm Dm D#
Habis nafasku, Ku kan setia mengikutMu s'lalu o Yesus Tuhan
F Bb Gm
Segala kemuliaan bagiMu Tuhan
Cm D#m
Engkau ku sembah dalam roh dan keb'naran
F Bb
Sampai putih rambutku
Gm Cm Dm D# F
Habis nafasku, Ku kan setia mengikutMu s'lalu o Yesus Tuhan ku..
[Ending]
D# Dm Cm F
Ku kan setia mengikutMu s'lalu o Yesus Tuhan
D# Dm Cm F Bb
Ku kan setia mengikutMu s'lalu o Yesus Tuhan ku.....
Hidup Sukacita Bersama Yesus Kristus
Selasa, 18 Juli 2017
Kamis, 13 Juli 2017
MAZMUR SEBAGAI DASAR PUJIAN UMAT KRISTEN
Mazmur adalah nyanyian atau syair puji-pujian yang biasa dilantunkan oleh para nabi yang dipakai dalam ibadat di Bait Suci di Yerusalem dan upacara kerajaan pada masa Israel Kuno, kumpulan-kumpulannya terdapat pada Perjanjian Lama di dalam Alkitab. Kitab Perjanjian Lama adalah bagian dari Alkitab orang Kristen sehingga diwarisi hingga sekarang dalam kehidupan umat atau jemaat.
ETIMOLOGI
Kata Indonesia "Mazmur" berasal dari bahasa Arab yang berasal dari bahasa Etiopia, yang masih berhubungan dengan kata Ibrani "Mizmor" (Strong: #04210). Kata ini menunjuk pada suatu lagu yang dinyanyikan dengan diiringi berbagai alat musik yang menggunakan dawai. Dari bahasa Yunani, psalmos, berasal dari kata psallô (memainkan musik, memetik dengan jari) dan dalam bahasa Inggris menjadi psalms. Mazmur adalah iring-iringan musik yang menyertai nyanyian, syair yang dinyanyikan dan biasanya diiringi dengan musik. Mazmur juga dapat berarti kidung/lagu - dari bahasa Yunani ôdê berasal dari kata kerja adô (bernyanyi, bersenandung), namun kidung dapat disertai dengan musik ataupun tidak. Terakhir, Mazmur berarti nyanyian/himne - dari bahasa Yunani humnos berasal dari kata hudeô (merayakan/perayaan, memperingati/peringatan) dan berarti kidung puji-pujian yang dipersembahkan kepada Allah, dewa, pahlawan, atau orang-orang besar.
SEJARAH NYANYIAN MAZMUR
Sejarah Mazmur yang perdana dapat dilihat dari kisah Hana dalam Alkitab Ibrani atau Perjanjian Lama di Alkitab Kristen, khususnya Kitab 1Samuel pasal 1 dan 2 ketika Hana melantunkan pujian setelah permohonan untuk dikaruniai anak dikabulkan oleh Tuhan Allah (1Samuel 2:1-10). Sejarah dalam Alkitab lain juga pada Kitab Yunus yang memiliki makna penyelamatan Allah terhadap dirinya dan sebuah bangsa yang bernama Niniwe (Yunus 2:1-9). Mazmur merupakan bagian devosi (pengabdian) dari kehidupan.
Mazmur-mazmur yang paling terkenal adalah dalam masa Raja Daud yang terdapat dalam Kitab Mazmur, merupakan bagian terpanjang dalam Alkitab (mencapai 150 pasal). Raja Israel itu menggubah Mazmur dalam cerita puji-pujiannya, keluh-kesahnya, dan suka-dukanya, bersama-sama dengan beberapa gubahan pengarang yang lain, dibukukan dalam kitab Mazmur. Penggunaan dalam ibadat umum terutama waktu penobatan raja, pernikahan raja dan peperangan. Dalam menyanyikannya diiringi alat musik yang sangat beragam, mulai dari kecapi, gambus, rebana, dan alat musik Israel yang lain.
Pada abad ketiga, Tertulianus menyatakan Mazmur sebagai bagian penyembahan umat Kristen. Bahkan Nyanyian yang identik dengan Raja Daud ini dianggap sebagai yang pertama, di tengah dan yang terakhir. Kemudian pada sekitar abad 14 - 15, dalam tradisi monastik dilakukan nyanyian Mazmur sepanjang Minggu dan dimasukkan dalam buku devosi, salah satunya Imitation of Christy oleh Thomas Kempis (1280-1471)
Para reformator gereja abad 16 juga memberi tempat istimewa kepada nyanyian Mazmur. Baik Luther maupun Calvin sangat menghargai mazmur sebagai nyanyian jemaat. Luther sendiri memakai Mazmur dalam Bahasa Latin sampai dia menerjemahkannya dalam bahasa Jerman agar lebih bermanfaat bagi nyanyian jemaat lokal. Nyanyian Mazmur zaman reformasi itu dinyanyikan dalam model gregorian. Luther juga bercita-cita untuk membuat nyanyian Mazmur dalam strofa yang tetap dan melodi yang lebih sederhana sehingga lebih mudah untuk dinyanyikan di dalam gereja. Salah satu sumbangan Luther terdapat dalam Kidung Jemaat 130. Kemudain di Jerman juga terbit Mazmur dalam bahasa Jerman oleh organis Matthias Greiter.
Calvin lalu berinisiatif untuk mewujudkan cita-cita Luther agar Mazmur dinyanyikan dalam gereja dengan menyusun Mazmur dalam bahasa Perancis pada tahun 1939. mengumpulkan para komponis dan penyair untuk menerbitkan karya yang dinamakannya Mazmur Jenewa pada tahun 1562. Prakarsa itu juga melibatkan sahabatnya, Martin Brucer. Penyair-penyair itu di antaranya adalah: Clement Marot (1496-1544), Theodore Bazha dan komponis-komponis itu antara lain: Loys Bourgeois, Maestro Pierre.
Pada zaman modern diteliti kembali tentang Mazmur oleh ahli bernama Gunkel dan Mowinckel yang menyumbangkan pemikirannya dalam menggolongkan Mazmur. Menurut Gunkel, Mazmur lebih bersifat menggambarkan pengalaman dan perasaan orang-orang secara religius ketimbang bersifat kultis untuk ibadat. Dalam penggolongan Mazmur, Gunkel membagi dalam peristiwa-peristiwa penting kerajaan; penobatan, perkawinan, peringatan-peringatan (berdirinya dinasti), pra dan pasca pertempuran. Golongan yang lain adalah dalam ibadat kultis di Bait Suci yang bersifat profetis, ratapan perorangan dan Mazmur litugis.
Di dalam buku padat panjang, Yohanes Lamb (John Lamb) meneliti Mazmur yang digunakan dalam tradisi Yahudi, Tradisi Perjanjian Baru, gereja-gereja di Barat, gereja-gereja Timur, Lutheran, Reformed, Anglikan, dan gereja-gereja Scottish. Dia menemukan bahwa Nyanyian Mazmur dipakai dalam perayaan perjamuan malam terakhir yang Yesus lakukan bersama murid-murid-Nya. Dalam penelitiannya, John Lamb menemukan data dari komputer di perpustakaan Yale Divinity School dan menemukan 983 buku musik dengan kata kunci "Mazmur" dalam judulnya. Selain itu di Sekolah Seminari Luther juga ditemukan 2.199 buku yang berkaitan dengan Mazmur.
PENTINGNYA MAZMUR UNTUK KEHIDUPAN GEREJA
Pentingnya Nyanyian Mazmur untuk kehidupan gereja adalah sebagai salah satu unsur liturgi (Ibadah secara keseluruhan) dalam kehidupan gereja. Sebagai cikal bakal nyanyian gerejawi, Mazmur dijuluki sebagai suara gereja, yaitu mencerminkan realitas kehidupan umat pada zamannya. Mazmur merupakan sendi dari kehidupan gereja dan dalam kebangkitan sebuah negara. Mazmur 23, 84, 90, 100, 130, 150 atau pada banyak bagian lainnya merupakan kenangan dari perasaan seseorang.
Gereja-gereja yang berharap memiliki ikatan persekutuan dengan gereja yang kudus dan am, menjadi satu tubuh di dalam Kristus melalui zaman dan konteksnya, gereja memerlukan Mazmur sebagai himne oikumenis. Di sini van Dop menyoroti betapa melalui makna Nyanyian Mazmur, gereja dapat lebih membangun relasi dengan gereja lain dalam semangat oikumene sebagai satu tubuh gereja milik Kristus.
Pada Masa Kalvin, Mazmur diterjemahkan ke dalam bahasa setempat dan disederhanakan agar bisa dinyanyikan jemaat dengan maksud agar jemaat tidak menyanyikan lagu-lagu yang tidak sesuai dengan iman Kristen. Hal ini agar bertujuan agar jemaat memiliki lagu-lagu yang sopan, suci, membuat umat berdoa kepada Allah dan mengajarkan kasih Allah sebagai ganti lagu-lagu yang biasanya dinyanyikan jemaat yang mengandung nilai kebusukan dan kemesuman.
Gereja-gereja di Indonesia masih sedikit yang memakai Nyanyian Mazmur sebagai nyanyian jemaat. Hal ini sangat disayangkan, sehingga seorang tokoh himnologi Inggris bernama Erik Routley mengatakan "Tidak ada yang lebih merugikan ibadah serta lebih menghilangkan kemanusiaan dari ibadah itu daripada mengabaikan Mazmur". Pada umumnya, makna Nyanyian Mazmur lebih "mendarat" di tengah-tengah kenyataan hidup manusia dibanding banyak kidung rohani lainnya yang cenderung membalut kenyataan itu dengan "penghiburan" kepada jemaat.
MAZMUR DAN KRISTUS
Mazmur ada kaitannya dengan Kristus bagi umat Kristen, sebab jika dalam Perjanjian Lama terdapat Mazmur, maka begitu pula dalam Perjanjian Baru yang adalah lanjutan Perjanjian Lama, dan jika dalam Perjanjian Baru terdapat Mazmur, maka hal ini berhubungan dengan Kristus. Hal ini kemudian diteliti, sehingga seorang bernama Massey Shepherd memberikan petunjuk pada kita:
“Di dalam Perjanjian Baru terdapat 93 kutipan dari Perjanjian Lama, dan lebih dari 60 kutipan diambil dari Mazmur. Sepanjang perkataan Yesus dalam Injil lebih banyak kutipan diambil dari mazmur dan beberapa buku di dalam perjanjian Lama, para pekabar Injil lebih lagi.”
Bukan hanya Mazmur sering dikutip dalam Perjanjian Baru, namun juga terdapat dalam setiap tradisi bangsa Israel pada zaman Yesus dan setelah-Nya. Oleh karena itu Mazmur merupakan Nyanyian yang dianggap juga merupakan pergerakan Kristosentris, yaitu Kristus sebagai pusat ajaran. Dietrich Bonhoeffer menyatakan kepada gereja ketika dia melihat para pemazmur sebagai buku Kristen, yang artinya, salah satu yang berdoa dengan Mazmur adalah Kristus. Hal ini dipertegas oleh Luther yang menganggap Mazmur sebagai keseluruhan kehidupan orang beriman sebagai warga kerajaan Allah.
Rabu, 12 Juli 2017
SEJARAH PERKEMBANGAN MUSIK GEREJA DALAM ALKITAB (PERJANJIAN LAMA)
Pada dasarnya manusia merupakan makhluk religius walaupun sering ingkar janji. Dalam kehidupan manusia terdapat suatu kesadaran akan adanya suatu makhluk yang Mahakuasa. Sekalipun suku bangsa yang paling primitif pun merupakan makhluk religius ketika ia mencoba untuk menggenapi kewajibannya terhadap kuasa yang tak kelihatan itu. Sejak permulaan sejarah, musik selalu menjadi suatu hubungan yang unik dengan pengalaman ibadah manusia. Ada banyak bukti menunjukkan bahwa kebudayaan Mesir, selain satu kebudayaan yang paling awal, menggunakan musik secara intensif dalam upacara ritual religius. Orang Mesir memiliki banyak instrumen musik, dari sistrum sampai harpa dengan 12 atau 13 senar. Tak diragukan lagi, Yunani, yang kebudayaannya tak kalah pentingnya memperoleh pengetahuan tentang musik dan prakteknya dari orang-orang Mesir. Orang Yunani sangat banyak menggunakan musik dalam upacara keagamaan mereka dan menyatakan bahwa musik mempengaruhi moral dan emosi manusia dan menganggap musik berasal dari dewa-dewa. mereka.
Walaupun bangsa Ibrani menggunakan musik dalam ibadah mereka kepada Yehova, namun musik tidak pernah dikembangkan seperti bangsa Yunani. Orang Ibrani, tidak seperti orang Yunani, tidak menghubungkan musik dengan moralitas. Bagi orang Ibrani, seni dianggap penting kalau bila dipakai untuk memuja dan memuji Yehova. Sebagian besar yang kita ketahui tentang ibadah orang Ibrani ada dalam kitab Perjanjian Lama. Di dalamnya, kita mendapati sejumlah besar acuan yang membuktikan pentingnya musik vokal dan instrumental dalam ibadah orang Ibrani. Kata musik pertama-tama tertulis dalam Kejadian 4:21, di mana Yubal disebutkan sebagai “Bapa, semua orang yang memainkan kecapi dan suling”. Dalam Alkitab ada kira-kira 13 instrumen yang berbeda, yang disebutkan, yang dapat diklasifikasikan sebagai instrumen dengan senar, instrumen tiup atau perkusi. Ada sejumlah penyanyi dan lagu disebutkan dalam Perjanjian Lama, misalnya: Lagu Miriam (Keluaran 15:20-21), Lagu Musa (Keluaran 15:2), Lagu Debora dan Barak (Hakim-Hakim 5:3), Lagu ucapan Syukur Hana (1 Samue12:1-10), Lagu ucapan syukur dan pelepasan dari kejaran Saul yang dinyanyikan Daud (II Samuel 22).
Semua kata yang berkenaan dengan musik, pemusik, instrumen musik, lagu, penyanyi dan nyanyian disebutkan 575 kali dalam seluruh isi Alkitab. Acuan yang berkaitan dengan musik didapati dan 44 dari 66 kitab dalam Alkitab. Kitab Mazmur yang terdiri dari 150 pasal, dianggap berasal mula dari sebuah kitab yang berisi nyanyian. Dengan jatuhnya Yerusalem di bawah kekuasaan Daud dan ditempatkannya kemah suci di kota itu, ibadah yang dilakukan menjadi semakin semarak dan dilengkapi dengan pagelaran musik. Suku Lewi ditugaskan untuk memberikan pelayanan musik dan memimpin ibadah ini.
Di bawah kepemimpinan Daud, paduan suara dan orkestra besar pertama dikelola untuk dipakai sebagai bagian dari ibadah di kemah suci. Ketika Salomo, anak Daud, menjadi raja dan membangun Bait Allah yang pertama, semarak, pagelaran musik menjadi semakin agung. Yosephus, sejarawan Yahudi yang terkenal, menulis bahwa dalam Bait Allah yang pertama ada 200.000 peniup terompet dan 200.000 penyanyi berjubah yang dilatih untuk ikut serta dalam ibadah ini. II Tawarikh 5 memberikan gambaran tentang hadirnya sejumlah besar penyanyi dan instrumen musik, dalam ibadah tersebut. Setelah kembali dari tempat pembuangan di Babel, ibadah di Bait Allah kembali dilaksanakan, dengan pembangunan Bait Allah, yang kedua. Walaupun yang kedua ini tidak seindah yang pertama namun jelas bahwa pagelaran musik merupakan bagian dari ibadah orang Ibrani.
Senin, 10 Maret 2014
HUMOR
PUISI SUAMI-ISTRI
ISTRI
Kutulis namamu di pasir, tulisan itu tersapu air...
Kutulis namamu di angkasa, tulisan itu tertiup udara...
Lalu, kutulis namu di jantung hatiku, dan aku terkena serangan jantung!
SUAMI
Ketika aku kelaparan, Tuhan menciptakan pizza...
Ketika aku kehausan, Tuhan menciptakan cola...
Ketika aku dalam kegelapan, Tuhan menciptakan cahaya...
Ketika aku bebas dari masalah, Tuhan menciptakan KAMU
PUISI SUAMI-ISTRI
ISTRI
Kutulis namamu di pasir, tulisan itu tersapu air...
Kutulis namamu di angkasa, tulisan itu tertiup udara...
Lalu, kutulis namu di jantung hatiku, dan aku terkena serangan jantung!
SUAMI
Ketika aku kelaparan, Tuhan menciptakan pizza...
Ketika aku kehausan, Tuhan menciptakan cola...
Ketika aku dalam kegelapan, Tuhan menciptakan cahaya...
Ketika aku bebas dari masalah, Tuhan menciptakan KAMU
Selasa, 01 Oktober 2013
Jangan Sampai Menyesal
Sepasang kekasih terpaksa harus berpisah
lantaran salah satu di antara mereka akan menempuh impian hidupnya.
Tidak lama lagi mereka akan menikah, namun dengan penuh percaya diri,
salah satunya harus pergi dan berjanji akan menjaga hubungan mereka.
Setibanya di tempat yang baru, komunikasi
mereka memang terjaga namun tidak untuk bulan-bulan berikutnya.
Komunikasi mulai pudar dan hubungan mereka pun menjadi tidak jelas. Si
wanita lebih fokus dengan pekerjaan yang menjanjikan jabatan tinggi dari
pada membalas ratusan email yang dikirim oleh kekasihnya.
Selasa, 24 September 2013
Bertahan Adalah Pengorbanan Besar Untuk Keselamatan
Shalom teman-teman semua.
Bagaimana kabar teman-teman hari ini?
Saya sungguh bersyukur karena Kasih Tuhan selalu menyertai kita semua.
Hari ini saya rindu membagikan sesuatu hal yang menurut saya cukup menguatkan sampai hari ini setelah sekian lama saya memposting ke blogger saya.
Bertahan. Satu kata yang menggambarkan bagaimana refleks seseorang ketika mendapat tekanan yang kuat, atau menghadapi sebuah pertempuran ketika diserang musuh, dan sebagainya. Membahas tentang bertahan juga ada relasi dengan mengasihi.
Senin, 24 Juni 2013
Roda Ketiga Itu Adalah Yesus
Ilustrasi :
Sewaktu masih kecil, aku sangat ingin
bermain sepeda. Akhirnya, pada suatu hari ayah membelikanku sebuah sepeda mini. Sesegera
mungkin aku menaiki dan mengayuhnya. Namun, baru berjalan beberapa
meter, aku terjatuh. Aku teluka dan lututku lecet.
Dengan tersenyum ayah memasang sebuah roda
kecil dan menyatukkannya pada roda belakang sepedaku. Aku pun mulai
bisa mengayuh sepedaku dan tidak terjatuh. Roda kecil itu seperti penolong, sebuah
keajaiban bagi seorang anak kecil sepertiku yang sangat ingin
bersepeda.
Langganan:
Komentar (Atom)