Senin, 24 Juni 2013

Roda Ketiga Itu Adalah Yesus

Ilustrasi : 
Sewaktu masih kecil, aku sangat ingin bermain sepeda. Akhirnya, pada suatu hari ayah membelikanku sebuah sepeda mini. Sesegera mungkin aku menaiki dan mengayuhnya. Namun, baru berjalan beberapa meter, aku terjatuh. Aku teluka dan lututku lecet.

Dengan tersenyum ayah memasang sebuah roda kecil dan menyatukkannya pada roda belakang sepedaku. Aku pun mulai bisa mengayuh sepedaku dan tidak terjatuh. Roda kecil itu seperti penolong, sebuah keajaiban bagi seorang anak kecil sepertiku yang sangat ingin bersepeda.

Hidup ini bagai sebuah sepeda. Saat kita membutuhkan roda ketiga yang nyata untuk menjadi penyeimbang hidup kita. Jika kita ingin berpindah ketempat yang jauh, dan ingin maju, maka kita harus mengeluarkan tenaga dan keringat untuk mengayuh sepeda kita.

Ada saatnya dimana roda kecil itu harus dilepaskan. Jika roda kecil itu tidak dilepas, maka kita belum bisa dikatakan “mampu bersepeda”. Kita pun akan ada saatnya untuk berpisah dari orang-orang terdekat kita untuk bisa hidup lebih mandiri. Ada saatnya dimana kita harus bisa mengatasi semua masalah dan menghadapinya seorang diri.

Kita menjadi sangat kuatir, siapa yang akan menolong ketika kita terjatuh? Tanpa kita sadari, kita sesungguhnya akan tetap memiliki “roda ketiga” yang tidak kasat mata. “Roda” itu akan selalu menjadi penyeimbang kehidupan kita sehingga kita tidak sampai terjatuh. “Roda ketiga” itu adalah Yesus.

Yesus tidak akan pernah membiarkan anak-anak-Nya berjalan sendiri. Yesus tidak akan pernah membiarkan kita menanggung semua beban seorang diri. Yesus selalu ada di dalam hidup kita, dan akan tetap melekat dalam diri kita saat kita mengayuh “sepeda kehidupan”.

Jiwaku melekat kepada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku.
Mazmur 63:8

Tidak ada komentar:

Posting Komentar